Mengenal Flutter: SDK Untuk Pengembangan Aplikasi Mobile Multiplatform

Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat sehingga bermunculan banyak teknolgi baru, diantaranya dalam hal pengembangan aplikasi mobile. Salat satunya adalah SDK (Software Development Kit) yang dikembangkan oleh Google dengan mengusung teknologi bahasa pemrograman Dart, yaitu Flatter.

Apa itu Flutter?

Flutter merupakan tool framerowk atau SDK yang dikembangkan oleh Google untuk menjawab kebutuhan akan pengembangan perangkat lunak berbasis mobile yang bisa berjalan pada semua jenis platform sistem operasi mobile diantaranya adalah Android dan iOS.

Flutter dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Dart dengan konsep pengembangan user interface (UI) android dan iOS sekaligus dalam satu frame yang sama.

Ada tiga hal yang menjadi keunggulan yang ditawakan Flutter sebagai berikut:

  • Fast Development
  • Expressive and Flexible UI
  • Native Performance

Persiapan Install Flutter

Sebelum memulai menggunakan Flutter, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu agar Flutter dapat berjalan dengan optimal.

System requirements

  • Operating System. Untuk pengguna Windows minmal menggunakan Windows 7 SP1 atau yang lebih baru dan pastikan sistemnya 64-bit. Sedangkan untuk pengguna Linux dan Mac OS cukup pastikan saja bahwa sistem yang terinstall adalah 64 bit.
  • Disk Space. Untuk pengguna Windows sediakan ruang sekitar 400 MB (tidak termasuk tools/IDE). Linux membutuhkan 600 MB dengan ketentuan yang sama, sedangkan Mac membutuhkan 700 MB.
  • Tools. Pastikan anda sudah menginstall git dan dapat digunakan melalui commad-line.

Android SDK

Untuk pengembangan aplikasi Android kita membutuhkan Android SDK dan Emulator jika diperlukan. Untuk proses instalasi Android SDK silakan download dan install Android SDK sesuai dengan sistem operasi yang anda miliki.

Berikut beberapa hal yang dibutuhkan Flutter dari Android SDK untuk proses development Android:

  • Android SDK
  • Android SDK Platform-Tools
  • Android SDK Build-Tools

Install Flutter SDK

Selanjutnya adalah kita mulai untuk instalasi Flutter SDK. Berikut tahapannya.

  • Buka laman flutter Install, kemudian pilih sistem operasi yang anda gunakan.
  • Pada bagian Flutter SDK, download SDK dari link yang telah disediakan.
  • Extract file Flutter SDK yang telah didownload, dan tempatkan dimana saja (Warning: Jika menggunakan Windows, jangan diletakkan ke dalam folder yang membutuhkan permission, seperti: C:/Program Files). Karena saya menggunakan Linux, saya meletakkannya di dalam folder /home/usersaya/flutter atau ~/flutter
  • Kemudian tambahkan PATH dari Flutter SDK yang telah kita extract
$ cd ~/flutter
$ export PATH=`pwd`/bin:$PATH

Note: Jika anda menggunakan Windows, pastikan file flutter_console.bat berada di dalam folder flutter, kemudian jalankan file tersebut.

  • Terakhir, running command: flutter doctor untuk mengecek apakah masih ada dependecies yang belum ter-install.

Nah, seperti yang terlihat, dependecies yang dibutuhkan sudah ter-install sepenuhnya.

Setup Android Device

Setelah berhasil menginstall Flutter SDK, kita perlu menghubungkan Android Device ke komputer agar bisa menjalankan aplikasi yang kita buat nantinya. Kita bisa menggunakan Emulator atau Handphone Android. Tentu untuk menjalankan emulator perlu spesifikasi komputer yang tinggi.

Untuk mengubungkan Smartphone Android sebagai emulator, berikut yang diperlukan.

  • Aktifkan Developer Options dan USB Debugging pada perangkat Android. Untuk cara mengaktifkannya, dapat dilihat pada dokumentasi yang telah disediakan oleh Android Studio.
  • Khusus untuk Windows, silakan install Google USB Driver.
  • Hubungkan Smartphone Android menggunakan kabel USB untuk memberikan izin komputer agar dapat mengakses perangkat tersebut.

Untuk mengetahui device yang terhubung kekomputer dan siap digunakan pada terminal, jalankan perintah flutter devices atau bisa juga dengan menggunakan command: flutter doctor

Note: Pastikan anda telah mengatur environtment variable ANDROID_HOME, jika pengguna linux, tambahkan command berikut ke dalam file .bashrc atau .profile:

export ANDROID_HOME=$HOME/Android/Sdk
export PATH=$PATH:$ANDROID_HOME/tools:$ANDROID_HOME/platform-tools

Konfigurasi Editor

Untuk editor, kita bebas menggunakan editor apa saja. Seperti menggunakan Andorid Studio, Intellij IDEA, Visual Studio Code, dan lain sebagainya. Intinya editor yang membuat anda nyaman itulah yang anda pakai.

Berikut ini akan dijelaskan penggunaan editor Visual Studio Code.

  • Pastikan Visual Studio Code sudah terinstall di komputer, apabila belum silakan download dan install terlebih dahulu.
  • Tekan Ctrl + Shift + P atau View > Command Palette
  • Pada kotak yang tersedia, ketikkan Extensions: Install Extension, kemudian tekan enter
  • Pada kontak pencarian yang tersedia, ketikkan: flutter. Kemudian pilih Flutter, lalu tekan install. Proses ini membutuhkan plugin Dart, jadi pastikan anda menginstal nya juga.
  • Reload VS Code agar dapat menggunakan extension yang baru saja di-install.
  • Untuk memastikan, buka kembali View > Command palette, kemudian ketikkan Flutter: Run Flutter Doctor. Pastikan output yang ditampilkan sama dengan ketika menjalankan command flutter doctor pada terminal.

Membuat Aplikasi Pertama

Setelah berhasil menyiapkan SDK dan Editor untuk pengembangan aplikasi mobile menggunakan Flutter, selanjutnya kita coba untuk membuat aplikasi pertama, sekaligus mencobanya.

Untuk membuat project applikasi, kita bisa menggunakan commad line atau menggunakan editor yang sudah kita siapkan sebelumnya. Yang paling sederhana adalah menggunakan command line. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Pertama kita buka commad line dan arahkan direktori aktif kita pada direktori project yang akan kita buat. Anda bebas meletakkan direktori project anda dimana saja, sebagai contoh saya membuat folder dengan nama FlutterApp pada home folder (~/FlutterApp)

mkdir ~/FlutterApp
cd ~/FlutterApp

Selanjutnya kita coba buat project dengan nama app_hello pada direktori tersebut. Untuk nama project pada flutter, diwajibkan menggunakan huruf kecil semua. Jalankan perintah flutter create -org id.web.koding app_hello

flutter create -org id.web.koding app_hello

Note: -org id.web.koding adalah nama domain organisasi sebagai identitas dari project kita. sedangkan app_hello adalah nama projectnya.

Kemudian kita coba jalankan project aplikasi pertama kita.

cd app_hello
flutter run

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *